Jeumpa Media | Banda Aceh – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Aceh Besar tahun 2024 semakin dekat. Berikut adalah profil para calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar yang telah dirangkum jeumpa media, Kamis (17/10/2024).
1. Muharram Idris dan Drs. Syukri
Muharram Idris dan Syukri A. Jalil merupakan bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar pertama yang mendaftar pada hari pertama pendaftaran calon dalam Pilkada 2024.
Maju dari jalur independen, pasangan ini berkomitmen untuk menghadirkan perubahan nyata dan berkeadilan bagi masyarakat Aceh Besar.
Muharram Idris atau yang akrab dikenal sebagai Syeh Muharram lahir pada 10 Oktober 1975. Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini pernah menjabat sebagai Panglima GAM Wilayah Aceh Rayeuk. Setelah damai, Muharram menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Nasional Aceh (PNA) dari 2012 hingga 2016.
Kemudian wakilnya Drs. H. Syukri A. Jalil, lahir pada 4 Desember 1962 di Aceh Besar. Ia merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan rekam jejak panjang dalam bidang pemerintahan. Menyelesaikan pendidikan di APDN Banda Aceh dan S1 IIP Jakarta, Syukri pernah menjabat sebagai Camat di beberapa kecamatan seperti Montasik, Darul Imarah, dan Ingin Jaya. Karir administratifnya mencakup berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Kepala Bagian Pemerintahan, Kadisdukcapil, Kadis Lingkungan Hidup, hingga Staf Ahli Bupati Bidang Keistimewaan Aceh.
2. H. Mukhlis Basyah, S. Sos dan Tgk. M. Jazuli
Pasangan ini diusung oleh koalisi partai besar, termasuk Nasdem, Demokrat, PBB, PPP, dan Partai Aceh. H. Mukhlis Basyah adalah tokoh yang sudah dikenal luas dengan berbagai prestasi di bidang politik dan sosial, sementara Tgk. M. Jazuli, seorang tokoh agama, diyakini dapat menarik pemilih dari kalangan religius.
H. Mukhlis Basyah, S.Sos., lahir pada 18 Mei 1971. Ia adalah mantan pejuang GAM yang telah berkiprah sebagai Bupati Aceh Besar periode 2012-2017. Selama masa jabatannya, Mukhlis berhasil membawa berbagai perubahan positif, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penghargaan dari berbagai tingkat, baik provinsi maupun nasional. Mukhlis saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Rayeuk dan memiliki pengaruh kuat di internal Partai Aceh.
Kemudian wakilnya Tgk. Muhammad Jazuli adalah pimpinan Dayah Latahzan Zikrillah di Gampong Seubaam, Cot Montasik, Aceh Besar. Sebagai alumni Dayah Ule Titi, Tgk. Jazuli dikenal memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat Aceh Besar, menjadikannya sosok yang dihormati dan dianggap mampu memperkuat aspek religius dalam pemerintahan.
3. Ir. H. Mawardi Ali dan Tgk. Irawan Abdullah, S. Ag. MM
Calon yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini memiliki visi yang kuat untuk memajukan Aceh Besar. Mawardi Ali membawa pengalaman dalam bidang pembangunan infrastruktur, sementara Tgk. Irawan Abdullah dikenal sebagai pendidik dan ustaz yang memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan dan sosial.
Ir. H. Mawardi Ali lahir pada 2 Januari 1969 di Aceh Besar dan pernah menjabat sebagai Bupati Aceh Besar periode 2017-2022. Karir politiknya dimulai dari keterlibatannya dalam pendirian PAN Aceh Besar pada tahun 1998. Mawardi juga pernah menjabat di DPRD Kabupaten Aceh Besar selama empat periode, sebelum akhirnya terpilih menjadi Bupati pada Pilkada 2017.
Kemudian wakilnya Tgk. Irawan Abdullah, lahir pada 27 Maret 1975. Ia adalah pendiri Dayah Darul Qur’an Aceh Besar. Sebagai lulusan Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry dan alumni dari Universitas Sains Malaysia, Irawan memiliki pengalaman yang luas, baik sebagai pendidik maupun anggota legislatif, termasuk sebagai Anggota Komisi I DPR Aceh periode 2022-2024.
4. Tgk. H Musannif, SH dan Ir. Sanusi Hasyim, MM
Pasangan yang diusung oleh PKB, Partai Golkar, dan beberapa partai lainnya ini menawarkan kombinasi kekuatan sosial dan teknokrasi. Tgk. H. Musannif dikenal sebagai tokoh masyarakat dengan basis dukungan yang kuat, sementara Sanusi Hasyim memiliki pengalaman luas dalam bidang teknis dan pembangunan.
Tgk. H. Musannif, lahir pada 1 Agustus 1973, adalah cucu ulama besar Aceh, Abu Hasan Krueng Kalee. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua DPRK Aceh Besar dan Anggota DPR Aceh, dengan pengalaman panjang dalam berbagai posisi strategis di legislatif.
Sementara wakilnya Sanusi Hasyim, lahir pada 9 November 1967 di Gampong Aneuk Batee, Aceh Besar. Ia adalah seorang teknokrat yang berpengalaman di bidang pembangunan infrastruktur. Lulusan Teknik Mesin dari Universitas Syiah Kuala dan Magister Manajemen dari Universitas Sumatera Utara, Sanusi telah bekerja di berbagai perusahaan besar seperti PT Waskita Beton Precast Tbk dan kini siap mengabdi untuk Aceh Besar.
Pilkada Aceh Besar 2024 diwarnai oleh kehadiran tokoh-tokoh berpengaruh dengan beragam latar belakang. Masing-masing pasangan calon membawa visi dan misi untuk memajukan Aceh Besar sesuai dengan kapasitas dan pengalaman mereka. Masyarakat kini menanti bagaimana kampanye dan program yang ditawarkan mampu memberikan solusi nyata bagi kesejahteraan rakyat.(Misri)
