Jeumpa Media | Banda Aceh – Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Ahmadriswan Nasution, mengatakan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi Aceh tahun 2023 sebesar 0,489 poin. Angka tersebut turun sebesar 0,015 poin dibandingkan 2022 yang IKG nya 0,504 poin Senin, 6/05/2024.
Dikutip dari AJNN bahwa indeks ketimpangan gender dengan peningkatan tertinggi di Aceh terjadi di wilayah Pidie Jaya, mencapai 0,786 poin di tahun 2023. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2022 yang nilainya 0,501 poin. Sedangkan penurunan IKG terendah terjadi di wilayah Simeulue.
Pada tahun 2023 IKG di wilayah Simeulue sebesar 0,302 poin. Terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang IKG nya 0,402 poin.
Perkembangan IKG Aceh lima tahun terakhir yakni pada 2019 sebesar 0,528 poin, kemudian menurun di tahun 2020 sebesar 0,514 poin, kembali menurun di 2021 sebesar 0,503 poin, kemudian di 2022 sebesar 0,504 poin dan menurun di 2023 sebesar 0,489 poin.
“Ketiga dimensi pembentuk Indeks Ketimpangan Gender (IKG) secara konsisten mengalami perbaikan, yakni dimensi kesehatan reproduksi membaik, risiko perempuan dalam kesehatan reproduksi semakin menurun. Sementara dimensi pemberdayaan dan dimensi pasar tenaga kerja semakin setara,” Pungkasnya.”(YM)
