Jeumpa Media| Jakarta – Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang biasa disebut May Day selalu diperingati setiap tahunnya yaitu pada 1 Mei. Bukan hanya di Indonesia, tetapi hari buruh juga diperingati negara-negara lainnya di seluruh dunia.
Nah, bagaimana sejarah Hari Buruh? mari simak pembahasannya.
Hari buruh di Indonesia atau May Day biasanya terlihat dengan adanya aksi para buruh turun ke jalanan. Pada aksi tersebut, para pekerja buruh akan menyampaikan berbagai aspirasi atau protes nya ke pemerintah dan pihak terkait lainnya untuk menjadi perbaikan kedepan terhadap nasib buruh di Indonesia.
Pemerintah Indonesia pun sudah menetapkan setiap Hari Buruh pada 1 Mei adalah hari libur nasional. Pada tahun 2013 keputusan ini pun mulai berlaku di seluruh Indonesia.
Sejarah Hari Buruh
Bermula pada akhir abad ke 19, Hari Buruh Internasional terjadi akibat ketidakpuasan para pekerja kepada sistem industri yang dinilai terlalu kapitalistik.
Dilansir dari Bisniscom, pada abad ke 18 terjadi tragedi revolusi industri di Inggris dan hal itu menjadikan suatu perubahan besar antara pengusaha dan buruh atau pekerja.
Hal tersebut terjadi karena sebelumnya proses dari revolusi industri yang semakin masif seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat yang mengesampingkan nasib para buruh atau pekerja. Saat itu, terjadilah efisiensi besar-besaran hingga akhirnya upah untuk buruh turun.
Akibat hal tersebut, memicu kondisi yang memprihatinkan untuk buruh hingga para pekerja akhirnya turun untuk protes dan puncaknya pada jelang akhir abad ke 19 atau 1 Mei 1886.
Terdapat salah satu peristiwa yang paling terkenal yaitu terjadinya Kerusuhan Haymarket di kota Chicago, Amerika Serikat. Aksi tersebut terjadi selama empat hari dan mengakibatkan negara-negara bagian juga mengalami aksi yang sama oleh ratusan buruh, para buruh yang melakukan demonstran protes dan menuntut pemberlakuan maksimal 8 jam kerja.
Hal ini diminta dengan alasan bahwa tingkat kematian buruh wanita, pria, dan anak-anak setiap tahunnya dengan rata-rata 10-16 jam per hari akibat jam kerja yang panjang dan buruk menjadi pemicu munculnya tuntutan itu.
Meski mendapat respons dari pemerintah, sayangnya negosiasi tak kunjung menemukan titik terang.
Kemudian pada 4 Mei 1886, sebuah bom meledak. Satu orang terbunuh dalam insiden tersebut. Ledakan tersebut membuat polisi merespons aksi demonstrasi dengan kekerasan hingga melepaskan tembakan ke arah pekerja.
Banyak orang terluka bahkan tewas. Bukan hanya itu, sebagian orang yang dianggap bersikap anarkis ditangkap dan mendapatkan hukuman. Sejarah kelam ini selanjutnya diperingati setiap tahun sebagai hari buruh internasional.
Terdapat 66 negara secara resmi menjadikan Hari Buruh Internasional sebagai hari libur dan secara tak resmi dirayakan di sejumlah negara lainnya. Salah satunya yaitu negara Indonesia.(Rn)
