Jeumpa Media | Banda Aceh – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengatakan bahwa pihaknya menargetkan bahwa dalam dua dan 3 hari kedepan perbaikan jaringan komunikasi mencapai progress 75 – 90 persen dan dalam sepekan 100 persen sebagaimana sebelum bencana Aceh. Hal tersebut disampaikan Nezar pada konferensi pers di Media Centre Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, lobi kantor Gubernur Aceh, Jumat (5/12/2025).
Menurut Nezar bahwa suplai Listrik yang belum stabil menjadi kendala utama dalam pemulihan jaringan telekomunikasi.
“Jika suplai Listrik telah normal, InshaAllah BTS bisa berfungsi seperti sediakala” ujarnya.
Nazar juga menjelaskan bahwa selama masa tanggap darurat, sejumlah Base Tranceiver Station (BTS) dioperasikan menggunakan genset sehingga tidak mampu bertahan 24 jam penuh karena mesin perlu jeda agar tidak mengalami kerusakan.
Baca Juga : Hoaks Perburuk Situasi Banjir, Komunitas Anti Hoaks Aceh Imbau Warga Verifikasi Informasi – Jeumpa Media
“Dari 3414 BTS yang ada di Aceh, baru 52 persen yang kembali aktif” tambah Wamen.
Adapun untuk akses telekomunikasi di wilayah-wilayah terdampak bahwa Kemkomdigi RI telah menyalurkan 20 unit Starlink.
Lebih lanjut, Nezar juga memberikan apresiasi atas respon cepat operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, XL SMART serta dukungan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) yang menurunkan peralatan telekomunikasi serta membuka akses satelit di sejumlah titik termasuk di Aceh Tamiang. * (and)
