PLN Aceh Targetkan Pemulihan Listrik Bertahap, Akses Mulai Terbuka ke Wilayah Terisolir

Jeumpa Media | Banda Aceh – Pemulihan sistem kelistrikan di Aceh terus menunjukkan perkembangan signifikan. General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menyampaikan bahwa sejumlah infrastruktur krusial yang rusak akibat bencana kini mulai kembali berfungsi, meski tantangan di lapangan masih sangat besar.

Eddi menjelaskan bahwa empat tower Emergency Restoration System (ERS) di kawasan Pantai Baru, Bireuen, telah berhasil didirikan sepenuhnya. Hingga hari ini, proses pengikatan dan penarikan konduktor tengah dilakukan dan diperkirakan rampung pada hari ini, Jumat (5/12/2025).

Jika tidak ada hambatan, PLN menargetkan proses energize dapat dilakukan pada Minggu.

“Mohon doanya, jika semua berjalan lancar maka pasokan dari Arun dapat kembali masuk ke Banda Aceh. Ini sangat penting, karena beberapa wilayah di Banda Aceh belum mendapatkan suplai listrik secara maksimal,” ujar Eddi dalam laporan resmi kepada BNPB di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (5/12/2025).

Sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolir mulai menunjukkan progres pemulihan. Eddi menuturkan bahwa Aceh Tamiang, yang sempat tak dapat diakses akibat rusaknya infrastruktur dan putusnya jalur darat, kini perlahan kembali tersuplai listrik. Dengan dukungan BNPB, TNI, Polri, serta unsur Forkopimda, PLN berhasil menyalakan satu penyulang menuju kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, Tamiang Sports Center yang menjadi posko utama kini sudah terang. Sebagian wilayah Kuala Simpang juga mulai kembali terlistriki,” katanya.

PLN turut memastikan pelayanan pada fasilitas vital, seperti RSUD Aceh Tamiang, yang kini telah mendapat dukungan listrik melalui pemasangan genset. Akses air bersih di wilayah itu juga mulai pulih setelah PLN memasang genset berkapasitas 33 ribu watt untuk operasional PDAM.

Dalam operasi besar ini, PLN mengerahkan 1.347 personel dari seluruh Indonesia, yang terbagi ke dalam 118 tim dan fokus bekerja di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Total terdapat 2.147 batang tiang yang tumbang serta 100 gardu yang rusak akibat bencana.
Untuk Banda Aceh dan sekitarnya, seluruh tiang dan aset jaringan telah selesai diperbaiki. Namun wilayah tersebut masih menunggu pasokan dari Arun agar sistem kelistrikan dapat kembali normal sepenuhnya.

Di beberapa lokasi seperti Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur, proses perbaikan masih terkendala akses. Akses menuju daerah Pulau Tiga dan Penarun hingga saat ini belum dapat ditembus tim PLN karena kerusakan jalan yang parah.
Sementara itu, Aceh Tengah yang terputus total dari jaringan darat mulai mendapatkan bantuan kelistrikan darurat.

PLN telah mengirimkan 10 genset portable yang diangkut menggunakan helikopter berkat dukungan BNPB untuk mengaliri sejumlah titik pengungsi yang masih gelap gulita. RSUD Aceh Tengah juga tetap beroperasi menggunakan pasokan dari VLT Ayangan sebesar 800 ribu watt.
Besok, PLN berupaya mengirimkan genset berkapasitas 250 ribu watt untuk kebutuhan RSUD Bener Meriah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BNPB. Kami sangat terbantu oleh dukungan ini. Semoga genset tersebut dapat segera diterbangkan,” ujar Eddi.

Tim PLN juga sempat menggunakan jalur laut untuk mengangkut genset ke Aceh Tamiang, dibantu oleh kapal dari Polda Aceh. Upaya ini memungkinkan pengaktifan kembali sejumlah fasilitas komunikasi, yang sangat dibutuhkan warga.

“Kami siap bekerja 24 jam untuk menembus wilayah-wilayah terisolir. Yang paling kami butuhkan saat ini adalah dukungan pembukaan akses jalan,” tegas Eddi.

Upaya pemulihan kelistrikan ini disambut baik oleh BNPB yang menyatakan komitmen untuk terus memfasilitasi percepatan mobilisasi alat berat, peralatan energi, bahan bakar, dan kebutuhan mendesak lainnya.
Harapannya, dalam beberapa hari ke depan, masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali menikmati akses listrik, komunikasi, dan layanan dasar lainnya secara bertahap setelah hampir dua pekan berada dalam kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh.* (wa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *