Jeumpa Media | Jakarta- Pernyataan Bahlil Lahadalia soal krisis energi kini terasa makin “menyentil” publik. Di tengah gejolak global akibat konflik Timur Tengah, ia justru meminta masyarakat ikut menanggung beban dengan cara yang sangat sederhana: jangan boros saat memasak.
Dalam pernyataannya, Bahlil secara terang-terangan mengajak rakyat berhemat, bahkan hingga ke hal paling domestik seperti penggunaan LPG di dapur.
Ia menekankan, jika masakan sudah matang, kompor harus segera dimatikan. Sebuah imbauan yang terdengar sepele, namun kini diposisikan sebagai bagian dari strategi nasional menghadapi ancaman krisis BBM.
Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, kunci ketahanan energi saat ini bukan semata pada kebijakan pemerintah, melainkan juga pada kedisiplinan masyarakat dalam mengonsumsi energi. Dengan kata lain, stabilitas pasokan energi Indonesia kini ikut “dititipkan” pada perilaku sehari-hari rakyat.
Di sisi lain, Bahlil juga membuka fakta bahwa pemerintah tengah bergerak cepat mencari sumber pasokan minyak alternatif.
Ia mengaku mendapat instruksi langsung dari Prabowo Subianto untuk memburu suplai energi dari berbagai negara, menyusul dampak konflik antara Iran dan blok Amerika Serikat–Israel yang mulai mengguncang rantai pasok global.
Situasi ini menempatkan Indonesia pada posisi rawan: di satu sisi pemerintah berburu minyak ke luar negeri, di sisi lain rakyat diminta mengetatkan penggunaan energi di rumah.
Sebuah kombinasi kebijakan yang bisa dibaca sebagai sinyal bahwa tekanan krisis energi tidak lagi jauh melainkan sudah mulai terasa hingga ke dapur masyarakat.(*)
