Perempuan dan Anak Tempuh Jalur Ekstrim Untuk Keluar Dari Bener Meriah dan Aceh Tengah

Jeumpa Media | Bener Meriah – Pasca bencana banjir bandang dan longsor warga dari wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah mulai keluar dari daerah tersebut karena Keadaan  yang masih tidak kondusif. Diantaranya listrik masih mati, jaringan komunikasi terputus, BBM langka dan stok makanan yang tidak lagi bisa dibeli dihampir semua toko yang ada akibat terputusnya pasokan logistik ke dua Kabupaten tersebut, Kamis (4/12/2025).

Pantauan Jeumpa Media di Lokasi terlihat jalur darat yang bisa dilalui saat ini yaitu dengan berjalan kaki dari Aceh Tengah ke Bireuen. Kondisi jalan terlihat sangat ekstrim dengan perbukitan yang curam.  Anak-anak dan Perempuan ikut melalui jalan yang masih rusak dan terjal, serta lumpur yang nahkan sampai sepaha orang dewasa.

Mereka juga ikut melewati jembatan darurat, bebatuan bekas hantaman banjir dan longsor. Jalur terparah dan sangat ekstrim adalah jembatan Tiga Besi yang berada dikabupaten Bener meriah.

Baca juga : Lewati Jalur Boat ke Posko PMI, Akmalia Ungkap Sulitnya Kondisi Desa Bintang – Jeumpa Media

Jalur tersebut melewati lumpur, Rotan berduri bekas terjangan banjir dan tebing curam bekas jembatan yang terbawa banjir bandang.

Rahmalia, salah satu perempuan yang pulang melalui jalur darat Bireun-Takengon dengan menggendong anak nya dari Bener Meriah Menuju Kabupaten Pidie Jaya mengungkapkan, bahwa ia tak memiliki pilihan selain nekad menempuh jalur ekstrem tersebut,

“Tdak ada pilihan lain, selain pulang melalui jalan ini. Kami sudah terjebak di Aceh Tengah sejak tanggal 26 November sampai hari ini. Saya, suami dan tiga orang anak kami ke takengon bersama keluarga pada selasa 25 November 2025 dan tidak bisa kembali karena bencana ini. Hari ini ikut bersama rombongan pejalan kaki lainnya untuk bisa pulang sampai di Pidie Jaya” katanya.* ( Cupo Mala)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *