Jeumpa Media | Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem Resmi melantik Mukhlis dan Razuardi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bireuen masa jabatan 2025-2030 dalam rapat paripurna DPRK Bireuen, di Kantor Bupati Bireuen, pada Selasa (18/2/2025) malam.
Usai dilantik, Bupati Bireuen yaitu H. Mukhlis Takabeya dalam pidato perdananya menyampaikan ucapan terima kasih untuk parterner kompetisi Pilkada 2024 yaitu paslon 01 dan 02 yang turut hadir dalam pelantikannya.
Ia juga berterima kasih pada masyarakat yang telah memberinya kepercayaan untuk memimpin Bireuen.
Selain itu, Mukhlis juga mengajak semua pihak untuk bersatu membangun Kota Bireuen. Ia bertekad akan melakukan program pembangunan yang berpihak pada masyarakat.
“Pada saat ini kami ajak semua masyarakat tinggalkan perbedaan yang timbul pada masa Pilkada, mari kita bersatu bangun kabupaten ini agar masyarakat lebih makmur dan sejahtera,” ujar Mukhlis yang saat itu didampingi oleh wakilnya Razuardi.
Lalu sosok seperti apa sang Bupati dan Wakil Bupati Bireuen? Mari simak profil mereka yang telah di rangkum oleh Jeumpa Media pada Kamis (4/3/2025).
Profil Sang Bupati
H. Mukhlis Takabeya merupakan seorang pengusaha di bidang konstruksi di Aceh dan berhasil mengukir prestasi gemilang, baik di dunia bisnis, politik, maupun sosial.
Akan tetapi, di balik kesuksesan tersebut, terseimpan berbagai perjalanan panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, dan ketekunan yang luar biasa.
Mukhlis bin Cut Hasan bin Syeikh Mahmud bin Syeikh Abbas bin Syeikh Fauzi Hadramaut ini lahir pada 17 April 1972 di Alue Krub, Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Ia merupakan putra dari pasangan Teungku Cut Hasan dan Rabiah. Mukhlis menyelesaikan pendidikannya di MIS Alue Krub, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Lhokseumawe dan menimba ilmu di Politeknik Unsyiah, yang kini dikenal sebagai Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Jenjang Karir Mukhlis
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Politeknik pada tahun 1996, Mukhlis memulai kariernya di dunia konstruksi. Saat itu, Mukhlis bergabung di perusahaan konstruksi milik abang kandungnya Saifannur di PT Mutiara Aceh Lestari (MAL), Mukhlis juga terlibat langsung dalam pembangunan Jembatan Teupin Gapeuh di Aceh Utara.
Mukhlis pernah menjabat sebagai General Manager di PT MAL, dan memimpin berbagai proyek di daerah berisiko tinggi yang saat itu tengah Konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Pusat seperti daerah Tiro dan Bener Meriah.
Pengalaman tersebut telah membentuk mental bisnis sang Bupati ini dan menjadikannya pengusaha berani menghadapi tantangan.
Pada tahun 2000, bersama istrinya, Sadriah, yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Puskesmas Blang Mangat, dengan tekat kuat Mukhlis mendirikan perusahaan konstruksi yaitu CV Takabeya, yang kemudian pada 2004 berubah menjadi PT Takabeya Perkasa Group.
24 Desember 2004 merupakan satu momen penting dalam perjalanan bisnis PT Takabeya Perkasa Group, karena saat itu ia terlibat dalam proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, termasuk pembangunan jetty dan jembatan rangka baja di berbagai daerah.
Tahun 2017, ia memutuskan untuk terjun ke dunia politik sebagai Ketua Tim Sukses (Timses) Saifannur, abang kandungnya,
Kemudian, di tahun 2020, Mukhlis terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Bireuen untuk periode 2020-2025.
Di bidang olahraga pada 2018, Mukhlis terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bireuen. Di bawah kepemimpinannya, KONI Bireuen berhasil meraih peringkat 6 dalam Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV di Pidie, dengan perolehan 31 medali emas, 38 medali perak, dan 47 medali perunggu.
Sosok Sang Wakil Bupati
Ir H Razuardi mulai berkarir dari bawah sejak Bireuen resmi berpisah dengan Aceh Utara. Ia pernah menjadi Kadis Bina Marga yang saat ini menjadi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Razuardi lahir pada 19 Desember 1961 di Banda Aceh. Ia pernah menempuh pendidikan di SDN 16 Banda Aceh 1973, SMPN 1 Banda Aceh 1976 dan SMAN 3 Banda Aceh 1980.
Pendidikan dan Karir Razuardi
Ia juga merupakan Alumni Fakultas Teknik Unsyiah tahun 1988 dan Strata magister Unsyiah tahun 2003-2005. Selanjutnya pada 2022, Razuardi mengambil program profesi di universitas yang sama. Hingga pada 1989 sampai 2001 Razuardi bertugas di Dinas PU dan Bina Marga.
Razuardi juga aktif di beberapa organisasi seperti Ketua umum Alumni Fakultas Teknik USK 2017, Penasehat majelis seniman Aceh 2022 sampai sekarang, Ketua umum DPD Aceh persatuan artis penyanyi, pemusik dan pencipta lagu Republik Indonesia 2022 sampai sekarang, Ketua bidang kemakmuran masjid Oman Al Makmur Banda Aceh 2024.
Di sisi lain, Ia juga pernah menjadi Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Bireuen, Plt Sekda Bireuen, menjadi Kadis Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Kepala Bappeda, kemudian sebagai Sekda Bireuen.
Hingga tahun 2013, H Razuardi diamanahkan menjadi Sekda Aceh Tamiang hingga 2019. Dua tahun menuju akhir masa jabatannya sebagai PNS, Razuardi menjabat sebagai Plt Kepala BPKS.
Sementara itu, dilansir dari berbagai sumber, Mukhlis dan Razuardi memiliki beberapa program andalan seperti membuat irigasi yang baik, sehingga air mengalir ke sawah untuk petani di Bireuen bisa bercocok tanam minimal setahun dua kali, sehingga hasil panen maksimal dan menutupi modal yang sudah dikeluarkan.
Kemudian memperbaiki infrastruktur jalan yang baik untuk mengangkut hasil panen para petani dan menjualnya ke luar.
Di sisi lain terkait kesehatan, terkhusus masalah stunting, akan lebih digalakkan oleh pemerintah yang dipimpinnya. Mukhlis berpendapat bahwa, ke depan sangat penting mempertimbangkan penempatan SDM unggul yang berpengalaman seperti ahli gizi di Posyandu di desa-desa.(RA)
