Jeumpa Media | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Talasemia Internasional, Sentra Talasemia RSU Zainal Abidin serta Yayasan Darah Untuk Aceh melaksanakan Seminar Edukatif serta Family Gathering bersama para penyintas Talasemia yang berasal dari seluruh Aceh di Hadrah Wedding Garden, Banda Aceh, pada Selasa, (13/5/2025).
Kegiatan yang mengangkat tema “Cegah Talasemia, Selamatkan Generasi” ini diisi dihadiri oleh sejumlah tokoh terkait dari berbagai golongan seperti keluarga penyintas, para pembina dan orang tua asuh yayasan, dan perwakilan dari instansi Pemerintah Aceh.
Menurut Nurjannah Husien, Pendiri Yayasan Darah Untuk Aceh, saat ini Aceh termasuk dalam kawasan zona merah talasemia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI yang dirilis pada Januari 2024, terdapat 676 enyintas talasemia yang terdata di Aceh.
“Namun itu pada tahun sudah setahun lalu, saat ini kami perkirakan angkanya mencapai 700 lebih karena masih banyak penyintas lain yang belum terdata”, ujarnya.
Ia juga berharap Pemerintah Aceh dapat membantu memperluas edukasi di kalangan masyarakat serta mendukung pelaksanaan skrining talasemia terhadap calon pengantin.
“Selain untuk mengedukasi, tentu hal ini juga menjadi tahap awal bagi para calon orang tua untuk mencegah talasemia kepada anak-anaknya,” lanjutnya.
Saat ini, kebutuhan darah yang disediakan oleh Yayasan Darah Untuk Aceh kebanyakan dibantu oleh Palang Merah Indonesia (PMI).
“Karena para penyintas membutuhkan transfusi darah secara berkala, tentu kami membutuhkan darah dalam jumlah yang banyak, bahkan lebih dari 100 kantong darah setiap harinya,” pungkasnya.(Hul)
