Jeumpa Media| Banda Aceh – Puluhan warga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Menggugat berunjuk rasa di depan Kantor Panwaslih Pilkada Kota Banda Aceh, Selasa malam (3/12/2024).
Koordinator koalisi rakyat menggugat, Yulindawati menyebut kehadiran pihaknya untuk menuntut kejelasan dan ketegasan terkait dugaan praktik money politik dalam Pilkada Banda Aceh yang sempat terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) Panwaslih Banda Aceh.
“OTT itu terjadi di malam 26 November sebelum pencoblosan, saat itu ditemukan adanya dugaan pembagian uang di warung kopi yang sebelumnya dilaporkan oleh warga, lalu bagaimana hal itu dianggap tidak cukup unsur padahal panwaslih sendiri hadir disitu” protesnya.
Linda menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud kekecewaan rakyat terhadap keputusan Panwaslih Kota Banda Aceh yang dianggap mencederai integritas pemilu.
“Kami memilih tanpa uang, dan ini soal harga diri kami sebagai pemilih. Kami hanya ingin Panwaslih menjelaskan langkah hukum apa yang akan diambil terkait temuan OTT tersebut,”ucapnya.
Adapun dugaan kecurangan tersebut melibatkan pasangan calon walikota Banda Aceh no urut 01.
Namun, hingga berita ini ditayangkan Panwaslih Banda Aceh yang dihubungi Jeumpa Media sejak semalam belum memberikan jawaban.
Adapun unjuk rasa dilakukan sejak pagi hari, namun karena tidak ada pihak panwaslih pilkada yang hadir, pihak aksi melanjutkan di malam hari. Hingga aksi juga sempat memanas. (Mis)
