Viral, Keluarga Tega Aniaya Bocah di Nias Selatan Hingga Cacat Fisik

Jeumpa Media | Sumatera Utara- Viral sebuah video seorang bocah perempuan di Nias Selatan yang mengalami cacat fisik diduga akibat keluarga yang tega menganiayanya.

Setelah viralnya video tersebut, tim kepolisian setempat langsung turun dan mengecek kondisi sang bocah.

Sebelumnya itu tersebar dan viral di media sosial X atau Twitter pada Selasa (28/1/2025).

Terlihat dalam video warga tengah ramai warga di tengah jalan dan tampak beberapa petugas kepolisian yang berada di lokasi serta  seorang pria yang dibawa masuk ke dalam mobil polisi.

Tak lama muncul seorang bocah perempuan yang sedang ditanyai seorang pria di sebuah ruangan. Pria terlihat sedang mengecek kondisi sang bocah tersebut. Bahkan terlihat pula bagian kaki sang bocah yang membengkok hingga tak beraturan.

Video itu juga menjelaskan jika korban telah ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak masih bayi dan diasuh oleh keluarga pamannya.

Selain itu, pengunggah video tersebut juga menulis jika selama dirawat, korban diduga selalu menerima perlakuan kasar dari keluarga sang paman bahkan ia dipaksa tinggal di kandang hewan.

“Kondisi si anak sangat memprihatinkan, kedua kaki sudah bengkok. Selanjutnya, si anak dibawa ke Puskesmas Lolowau untuk ditangani oleh dokter dan mendapatkan perawatan. Bapak Kapolres Nias Selatan datang untuk bertemu di anak,” isi narasi unggahan tersebut.

Dilansir dari detik Sumut, AKBP Ferry Mulyana

selaku Kapolres Nias Selatan (Nisel) menuturkan jika peristiwa tersebut terjadi di Desa Hilikara, Kecamatan Lolowau.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya telah menemui sang bocah di UPTD Puskesmas Lolowau.

“Kita hadir untuk memberikan perhatian khusus, memastikan kondisi korban, serta menunjukkan bahwa pihak kepolisian peduli terhadap kasus-kasus seperti ini,” tutur Ferry dalam keterangannya.

Usai mengunjungi korban, Ferry bersama pemerintah setempat kemudian mendatangi tempat tinggal sang bocah. Ferry juga meminta keterangan dari masyarakat dan keluarga bocah tersebut.

Ferry mengatakan jika pihaknya masih menyelidiki dan memproses kasus ini guna memastikan apakah kondisi sang bocah memang bawaan dari lahir atau karena mendapatkan tindak kekerasan dari keluarga.

“Kami sudah menurunkan tim untuk mendalami kasus ini. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan kami akan terus berupaya mengungkap fakta yang sebenarnya,” pungkasnya.(RA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *