Jeumpa Media | Banda Aceh – Duek Pakat Inong Aceh (DPIA) V telah menetapkan lima presidium Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA) untuk periode 2024-2029 yaitu Amrina Habibi, Rasyidah, Asmawati, Rukiah Hanum, dan Ani Darliani. Kegiatan ini berlangsung pada 29-31 Oktober 2024 di Asrama Haji, Banda Aceh.
Amrina Habibi SH MH , kali ini terpilih untuk periode kedua. Mantan koordinator Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Aceh ini memang dikenal akrab dengan kerja-kerja advokasi kebijakan-kebijakan agar lebih ramah kepada perempuan dan anak. Ia menjabat sebagai Kabid Pemenuhan Hak Anak (PHA) di dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) Aceh.
Dihadapan peserta duek pakat, perempuan lulusan magister hukum pasca sarjana Unsyiah ini mengatakan bahwa dengan terpilih kembali maka ia secara pribadi dan kolektif akan melanjutkan praktik baik yang telah dilakukan presidium sebelumnya.
” Kemudian sesuai dengan yang telah kita mintakan kepada pj gubernur, mudah-mudahan balai syura tidak sewa gedung lagi kedepannya dan selanjutnya kita akan upayakan keberlanjutan kerjasama yang lebih sistematis” ujarnya yang disamput riuh tepuk tangan para peserta forum.
Kemudian Dr Rasyidah M.Ag juga terpilih untuk kedua kali. Ia merupakan akademisi dengan pangkat lektor kepala di prodi pengembangan masyarakat Islam fakultas dakwah dan komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Menurut Rasyidah, dengan ia terpilih kembali maka pihaknya akan memperkuat kolaborasi dan kerja bersama simpul balai syura di kab/kota secara sistematis.
Presidium selanjutnya Dr Asmawati MA. Ia merupakan sekretaris Forhati Aceh. Dukungan dari sejumlah simpul di kab/kota diberikan kepadanya mengingat kiprahnya yang kerap membawa program-program kerja ke organisasi perempuan di daerah.
Keempat ada Rukiyah hanum yang kerap bekerja di advokasi kebijakan hukum dan kelima Ani Darliani yang sebelumnya pengurus BSUIA.
Mereka juga menyatakan komitmen kuat untuk bekerja sesuai visi misi Balai Syura.
Rangkaian kegiatan duek pakat ini juga telah merumuskan arah dan strategi kerja BSUIA untuk lima tahun kedepan dan beberapa rekomendasi.
Kepada Jeumpa Media, Amrina menjelaskan bahwa BSUIA akan memprioritaskan penguatan agensi, sumber daya, dan partisipasi bermakna perempuan untuk menghadirkan tanggung jawab pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan serta menyediakan perlindungan sosial yang adil, inklusif, dan adaptif.
Selanjutnya mendorong peningkatan agensi dan sumber daya perempuan guna mewujudkan partisipasi bermakna perempuan sebagai pemimpin, baik di level formal maupun informal.
Selain itu, BSUIA berkomitmen memperkuat akses dan keberdayaan perempuan dalam berbagai bidang kepemimpinan.
Rekomendasi lainnya adalah memperkuat agensi dan partisipasi perempuan dalam mitigasi bencana, serta meningkatkan agensi dan sumber daya perempuan dalam pencegahan dan penanganan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.
“Semua arah dan strategi program ini akan kami usulkan untuk terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Aceh tahun 2025-2045,” pungkas Amrina. (Mis)
