Jeumpa Media | Banda Aceh – Mobil Listrik adalah salah satu moda transportasi ramah lingkungan yang diera digital seperti sekarang sedang banyak dibicarakan serta dikembangkan. Malem Diwa salah satu tim yang bergerak dalam pengembangan mobil Listrik.
Tim Malem Diwa adalah tim riset mobil listrik dari Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala yang berdiri pada tahun 2015 silam. Sejak awal berdiri tim yang melakukan riset dan pengembangan mobil listrik di Laboratorium Desain dan Manufaktur (LDM) ini sudah beberapa kali mengikuti kontes mobil listrik.
Event yang Malem Diwa ikuti mencakup event nasional dan Internasional. Event Nasional yang sudah diikuti oleh Malem Diwa adalah Kontes Mobil Listrik Hemat Energi (KMHE) tahun 2015-2018 melalui dua kategori yaitu Urban dan Prototype.
Sementara itu event skala internasional yaitu Shell Eco-Marathon sudah diikuti sejak tahun 2018 dan 2019 di Sepang International Sircuit Malaysia. Beranjak dari tahun tersebut karena di terpa badai Covid-19 tim Malem tetap produktif mengikuti lomba secara online.
Baru tahun 2022 dan 2023 Shell Eco-Marathon Kembali dilangsungkan, namun kali ini event se Asia Pasifik dan Timur Tengah tersebut diadakan di Indonesia tepatnya di Mandalika International Sircuit.
Dari event yang diikuti prestasi mentereng Malem Diwa adalah Juara 4 pada ajang KMHE tahun 2018 dan best supporting team. Walau belum meraih prestasi menjadi 3 besar Alsudais selaku Ketua tim Malem Diwa mengatakan bahwa mereka punya prestasi di luar kompetisi.
“Walau kami belum bisa berprestasi di kompetisi namun prestasi bisa dilihat dari luar kompetisi, yaitu banyak alumni yang berasal dari tim Malem Diwa sudah diterima di berbagai Perusahaan besar” ucap Alsudais.
Untuk dapat menjadi member Malem Diwa Alsudais mengatakan bahwa semua mahasiswa Univesitas Syiah Kuala sebenarnya bisa bergabung dengan tim mobil listrik asal Teknik Mesin tersebut.
“Sebenarnya oprec tim Malem Diwa dibuka untuk mahasiswa Universitas Syiah Kuala jadi tidak hanya Teknik Mesin saja, namun stigma yang beredar sekarang tim ini hanya untuk Mesin. Keterbukaan ini sebenarnya bukan awal, karena di tahun 2015 saat Malem pertama berdiri juga ada dari Teknik Elektro”, Ucap Alsudais kepada Jeumpa Media.
Alsudais juga mengatakan bahwa anggota Malem Diwa saat ini terdiri atas 14 anggota yang terbagi dalam divisi teknis dan non teknis serta terklasifikasi menjadi 6 bidang.
“Total anggota di Malem Diwa untuk saat ini adalah sebanyak 14 orang terbagi dalam 6 bidang dimana bidang Non Technical 2 orang, Enginee Power Train 3 orang, Manufacture 2 orang, Body 3 orang, desain 1 orang dan Electrical 2 orang” pungkas Alsudais.
Sulthan Fatin selaku perwakilan bidang Engine and Power Train mengatakan bahwa tim saat ini sedang persiapan dalam mengikuti kontes besar kedepan.
“Saat ini progress tim adalah ke Shell Eco-Marathon 2024, karena ada total 4 fase menuju ke Shell Eco, jadi persiapan tim harus betul-betul matang dan kami harus focus dengan persiapan ini” tutur Sulthan Fathin.
Selain Alsudais dan Sulthan Fathin, Muhammad Meizan Mulyadi selaku perwakilan dari Non-Technical juga berharap keikutsertaan tim dalam ajang bergensi se Asia Pasif itu bisa membanggakan nama USK dan Aceh di kancah internasional.
“Motivasi ikut Malem dan berpartisipasi dalam Shell Eco-Marathon nantinya adalah untuk membanggakan nama universitas dan juga Aceh karena dari keikutsertaan tersebut, Provinsi Aceh hanya ada nama Malem Diwa” tutup Meizan. (Arief)
